Rabu, 14 Agustus 2019

BACKPACKER-an MENUJU KALIBIRU RAJA AMPAT

Hal pertama yang terbayang dari kata 'Raja Ampat' pasti tentang keindahan alamnya. Tapi memang bukan hal salah kalau Raja Ampat mendapat predikat seperti itu. Atau mungkin yang terbayang pertama kali dari Raja Ampat adalah Piaynemo, pulau dengan gugusan bukit karst yang sedang booming di kalangan wisatawan. Namun sebenarnya masih banyak lagi tempat indah yang dapat dijelajah di Raja Ampat.

Perjalanan 'backpacker-an' pada pertengahan Januari 2019 ke Papua Barat, tepatnya di wilayah Warsambin, kec. Teluk Mayalibit memberikan kesan yang sangat kuat. Khususnya wisata Kalibiru yang masih belum banyak dikenal. Sesuai namanya, beginilah penampakan dari Kalibiru.

Berangkat dari Surabaya menggunakan KM. Ciremai menuju Sorong sangatlah menghemat anggaran untuk transportasi, melihat harga pesawat yang mencapai jutaan untuk 1 penumpang. Namun tetap menyesuaikan harga, perjalanan menggunakan kapal memakan waktu hingga 4 hari untuk sampai karena kapal harus transit dibeberapa pelabuhan. Setibanya di Sorong, dilanjutkan menuju Warsambin. Perjalanan kesana memakan waktu cukup lama hingga 3 jam. Dari Pelabuhan Sorong menggunakan angkutan umum menuju Pelabuhan Rakyat. Perjalanan dilanjutkan menggunakan kapal express Belibis 8 menuju Raja Ampat selama 2 Jam. Kalau cukup beruntung, kalian dapat melihat lumba - lumba yang sedang berenang dan paus yang bernapas. Setibanya di Raja Ampat, perjalanan dilanjut menuju Warsambin menggunakan bus selama 1 jam.

Warsambin menjadi distrik terjauh yang dapat dilewati dengan jalur darat, selebihnya harus melewati jalur laut. Belum ada resort/penginapan untuk wisatawan, sehingga wisata Kali Biru ini belum banyak dikunjungi. Kami menginap di SD YPK Sion Warsambin untuk 4 hari. Beginilah tampak dari distrik Warsambin.




Untuk ke Kalibiru sendiri perlu untuk menyebrang teluk menggunakan kapal motor selama 15menit. Jangan kuatir akan bosan karena sepanjang perjalanan banyak pemandangan indah.
























Sesampainya di perhentian, perjalanan dilanjut dengan berjalan kaki melewati sungai dan hutan. Namun tidak perlu kuatir lagi karena sudah terdapat jalan setapak yang dapat dilewati dengan aman. Ada beberapa kepercayaan warga lokal untuk membasuh wajah dengan air disana dan membawa batu selama disana supaya tidak sakit. Flu dan demam sangat mungkin untuk terjadi karena air yang sangat dingin di Kalibiru.

Beberapa tips untuk ke Kalibiru, Persiapkan peralatan berenang seperti pakaian renang dan kacamata berenang, kamera adalah wajib, alas kaki bahan karet bukan kanvas, aksesoris biar makin photogenic dan kece, bekal jajanan dan TRASHBAG. Sangatlah wajib untuk membawa trashbag dan tetap menjaga kebersihan!!. Selanjutnya kalian bisa berenang sepuasnya!!.


Tapi jangan harap untuk update sosial media kalian karena belum ada sinyal internet yang menjangkau wilayah Warsambin. Namun semuanya akan terbayar dengan segala pemandangan yang ada dan kulit yang sedikit terbakar.

Camp Beach di Watu Kodok, Yuk!

"Mantai ga sihh, terus ngecamp!" begitulah kira-kira awal mula ide untuk pergi camping. Karena bosen banget sama rutinitas harian ...